Terlalu Lama Duduk Saat Mudik Picu Risiko Pembekuan Darah
langgananinfo.com – Perjalanan mudik kerap membuat kita duduk terlalu lama di dalam kendaraan. Ruang gerak terbatas membuat tubuh minim aktivitas. Meski terlihat sepele, kebiasaan ini bisa memicu masalah kesehatan serius.
“Baca Juga: 3 Zodiak Paling Setia dan Siap Membela Teman“
Menurut American Blood Clot Association, duduk terlalu lama dapat menyebabkan penggumpalan darah. Tubuh secara alami membentuk gumpalan darah untuk menghentikan pendarahan saat terjadi luka. Namun, jika tubuh kurang bergerak, aliran darah melambat dan bisa memicu penggumpalan berbahaya.
Gumpalan darah yang terbentuk di pembuluh vena kaki bisa menyebabkan deep vein thrombosis (DVT). Kondisi ini menghambat aliran darah normal dan menimbulkan risiko komplikasi serius. DVT bisa menjadi lebih parah jika penderitanya merokok, memiliki berat badan berlebih, atau memiliki faktor genetik.
Duduk diam terlalu lama menyebabkan darah tidak mengalir dengan lancar, terutama di bagian kaki. Akibatnya, risiko pembekuan darah meningkat dan dapat menyebar ke paru-paru. Jika hal itu terjadi, kondisi tersebut dikenal sebagai emboli paru yang dapat mengancam jiwa.
Gejala DVT biasanya berupa pembengkakan kaki, nyeri, kulit kemerahan, atau perubahan warna pada kulit. Jika bekuan darah berpindah ke paru-paru, gejalanya meliputi sesak napas tiba-tiba, nyeri dada, detak jantung cepat, dan batuk berdarah.
Untuk mencegahnya, lakukan gerakan ringan setiap satu jam saat dalam perjalanan. Luruskan kaki, lakukan peregangan, atau jalan sejenak ketika berhenti di rest area. Hindari rokok dan kenakan pakaian longgar untuk membantu memperlancar sirkulasi darah.
Jika kamu mengalami gejala seperti bengkak, nyeri, atau sesak napas saat mudik, segera konsultasikan ke dokter. Pemeriksaan medis sejak dini dapat mencegah komplikasi yang lebih serius.
“Baca Juga: Gizi Tepat untuk Anak Berkebutuhan Khusus“
Menjaga kesehatan selama perjalanan mudik sama pentingnya dengan keselamatan di jalan. Pastikan kamu tetap aktif, terhidrasi, dan waspada terhadap tanda-tanda penggumpalan darah.